Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) menggelar Festival Busana dan Kuliner Etnik serta Lomba Fotografi bertajuk Pelangi di Sumenep 2022. Kegiatan ini menjadi ruang kreatif untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Madura kepada masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal yang mulai tergerus arus modernisasi.


Festival tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan beragam pertunjukan budaya, parade busana etnik, sajian kuliner khas Madura, hingga kompetisi fotografi yang diikuti banyak peserta dari berbagai daerah. Suasana penuh warna terlihat sejak awal acara, ketika para peserta tampil mengenakan busana dengan motif dan ornamen yang terinspirasi dari identitas budaya Kabupaten Sumenep.


Di tengah euforia budaya modern, berbagai tren fashion masa kini perlahan mulai menggeser keberadaan busana tradisional lokal. Padahal, busana bukan sekadar karya seni atau penutup tubuh semata, melainkan simbol karakter, identitas, dan kepribadian sebuah masyarakat. Setiap motif, warna, dan bentuk memiliki makna filosofis yang diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari perjalanan budaya.


Saat ini, batik sebagai warisan budaya etnik telah menembus berbagai batas sosial. Mulai dari masyarakat kalangan bawah hingga kalangan atas, batik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya digunakan dalam acara formal dan pemerintahan, batik juga mulai hadir dalam gaya busana modern yang lebih santai dan kreatif. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal tetap mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.


Melalui Pelangi di Sumenep 2022, masyarakat diajak untuk kembali mengenali kekayaan budaya Madura melalui pendekatan yang lebih segar dan atraktif. Para peserta festival busana etnik menampilkan kostum dengan corak khas budaya Kabupaten Sumenep, seperti motif kerapan sapi, sate Madura, ayam bekisar, perahu nelayan, hingga ornamen batik pesisir yang dipadukan dengan sentuhan desain modern. Kreativitas para peserta berhasil memukau penonton dan menghadirkan semangat baru dalam pelestarian budaya daerah.


Selain menjadi ajang hiburan, festival ini juga diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep. Kehadiran wisatawan lokal maupun mancanegara dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin batik, desainer lokal, serta pelaku usaha kuliner tradisional untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.


Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini menjadi harapan besar agar Pelangi di Sumenep dapat terus digelar lebih meriah dan lebih besar pada tahun-tahun mendatang. Dengan kemasan budaya yang kreatif dan modern, festival ini bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga simbol upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman